Ada yang mau di tebak tanggal dan bulan lahirnya
ngakk????
Kalau ada yang mau, coba ikutilah petunjuk berikut ini!
1.Kalikan bulan kelahiranmu dengan 5
2.Jumlahkan dengan 7
3.Hasilnya kalikan dengan 4
4.Jumlahkan dengan 13
5.Kalikan hasil keseluruhannya dengan 5
6.Jumlahkan dengan tanggal kelahiranmu.
7.Hasil akhir dikurangi 205
Nah... jawaban yang kamu peroleh akan terdiri dari 3 atau
4 angka.
Jika jawabanmu 3 angka maka angka pertama menunjukan
bulan kelahiranmu dan 2 angka terakhir menunjukan tanggal kelahiranmu. Tetapi
jika terdiri atas 4 angka, maka 2 angka pertama menunjukan bulan dan 2 angka
terakhir menunjukan tanggal kelahiraanmu.
"Ahli
hitung dari Mesir." Begitulah masyarakat Mesir di era keemasan Islam
menjuluki Ibnu Shuja. Ahli matematika Muslim pada abad ke-10 M itu begitu
populer. Ia sangat berjasa dalam mengembangkan matematika. Buah pikirnya
dalam ilmu hitung sangat berpengaruh baik di dunia Islam maupun Barat.
Ilmuwan Muslim terkemuka dari negeri piramida itu bergelar al-Hasib al-Misri.
Nama lengkapnya adalah Abu Kamil Shuja Ibnu Aslam Ibnu Muhammad Ibnu Shuja.
Meski pengaruhnya dalam bidang matematika sungguh sangat besar, sosok Ibnu
Shuja tak sepopuler ahli matematika Muslim lainnya.
Tak banyak sejarawan yang mengisahkan perjalanan hidup sang ilmuwan. Para
sejarawan hanya memperkirakan, Ibnu Shuja lahir sekitar 850 M dan wafat
sekitar 930 M. Ia merupakan penduduk asli Mesir. Ia dikenal sebagai
penerus al-Khawarizmi (780-850 M). Ibnu Shuja hidup sebelum era Ali
bin Ahmad Imrani (955-956 M).
Sebagai penerus al-Khawarizmi, Ibnu Shuja adalah matematikus Muslim yang
berupaya menyempurnakan Aljabar karya al-Khawarizmi. Ia juga mempelajari karya
al-Khawarizmi lain tentang matematika, seperti determinasi dan
konstruksi, persamaan akar kuadrat, perkalian dan pembagian jumlah
aljabar, penambahan dan pengurangan akar-akar.
"Ibnu Shuja merupakan orang pertama yang menyelesaikan angka irasional
sebagai objek aljabar," papar Sejarawan Matematika, JJ O'Connor
dan Edmud F Robertson, dalam karyanya bertajuk "Arabic
Mathematics: Forgotten Brilliance?"
Jacques Sesiano dalam karyanya Islamic Mathematics, menyebut Ibnu
Shuja sebagai orang pertama yang menerima angka irasional (seringkali
dalam bentuk akar kuadrat, akar pangkat tiga atau akar pangkat empat) sebagai
solusi untuk persamaan kuadrat atau sebagai koefisien dalam equation.
"Ia juga orang yang pertama memecahkan persamaan tiga non-linear bersamaan
dengan tiga variabel yang tidak diketahui," imbuh J Lennart Berggren,
dalam karyanya Mathematics in Medieval Islam".
Ibnu Shuja juga dikenal sebagai ahli aljabar tertua setelah pendahulunya
al-Khawarizmi. "Meskipun kami tidak tahu kehidupan Ibnu Shuja, tapi kami
memahami sesuatu tentang peranan Ibnu Shuja l dalam pengembangan
aljabar," imbu J J O'Connor dan Robertson.
O'Connor dan Robertson menambahkan, sebelum al-Khawarizmi, para sejarawan
matematika tak memiliki informasi tentang proses perkembangan aljabar di
Semenanjung Arab. Peran Ibnu Shuja dinilai penting sebagai
salah seorang penenus al-Khawarizmi. Bahkan Ibnu Shuja
menekankan bahawa al-Khawarizmi-lah "penemu dari
aljabar".
Ibnu Shuja sangat yakin bahwa aljabar merupakan buah pemikiran yang dilahirkan
al-Khawarizmi. Keyakinannya itu dituliskan Ibnu Shuja dalam kitabnya yang
membahas tentang ''Bapak Aljabar'' itu. Berikut pernyataan Ibnu Shuja
tentang sosok al-Khwarizmi, "...seseorang yang pertama kalnya berhasil
menulis Kitab Aljabar yang memelopori dan menemukan semua prinsip-prinsip di
dalamnya."
Ia menambahkan, "Saya telah membuat, dalam kedua buku, bukti
kewenangan al-Khawarizmi dalam aljabar.'' Sebagai seorang ilmuwan
terkemuka, Ibnu Shuja telah melahirkan sederet karya dalam bidang
matematika dan aljabar.
Maka tidaklah salah, jika para sejarawan matematika memasukan sosok Ibnu
Shuja sebagai salah seorang ahli matematika terbesar pada abad
pertengahan Islam. Pemikirannya mampu mempengaruhi sederet ilmuwan
terkemuka baik dari dunia Islam maupun barat, seperti; Abu Bakar ibnu Muhammad
ibnu al-Husayn al-Karaji (953 – 1029 M) serta ilmuwan Kristiani
dari Barat, Leonardo da Pisa atau akrab disapa Fibonacci, (1170 -124 M).
Melalui Fibonancci serta pengikut-pengikutnya yang lain, Ibnu Shuja telah
memberikan pengaruh besar pada perkembangan aljabar di Eropa.
Tulisan-tulisannnya tentang geometri pun memberikan pengaruh dan konstribusi
yang besar terhadap geometri Barat, terutama uraian-uraian aljabar terhadap
soal-saol geometrik.
Kontribusi Sang Ilmuwan
Sepanjang hidupnya, Ibnu Shuja telah menghasilkan begitu banyak karya. Bahkan,
dalam salah satu karya kompilasi Ibnu an-Nadim yang diterbitkan sekitar
988 M bertajuk al-Fihrist atau (Indeks), yakni sebuah daftar buku-buku
tentang matematika dan astrologi, nama Ibnu Shuja pun tercatat.
Al-Fihrist memberikan laporan lengkap tentang literatur Arab yang tersedia pada
abad ke-10 M dan menjelaskan dengan ringkas beberapa pengarang dalam literatur
ini. Dalam al-Fihrist disebutkan sejuml;ah karya Ibnu Shuja,
seperti; Book of Fortune, Book of the Key to Fortune, Book on Algebra,
Book on Surveying and Geometry, Book of the Adequate, Book on Omens, Book of
the Kernel, Book of the Two Errors, dan Book on Augmentation and Diminution.
Di antara sekian banyak karya Ibnu Shuja, yang hingga kini masih bertahan
dan sering dibahas antara lain; Book on Algebra, Book of Rare Things in
the Art of Calculation, dan Book on Surveying and Geometry.
Karya Ibnu Shuja kerap dibahas dan diperbincangkan para ahli matematika,
sejak F Woopeke mencoba memperkenalkan Kitab fi al-Jam wa at-Tafrik,
karya Ibnu Shuja pada 1863 M. Ia menerjemahkannya ke dalam bahasa Latin
dengan judul Augmentum et Diminuti yang terdapat dalam buku Liber
Augmenti Diminutionis dan Histoire des Sciences Mathematiques et Italie.
Karya-karya Ibnu Shuja yang tercatat dalam al-Fihrist Hampir
diterjemahkan kedalam berbagai bahasa. Kitab at-Ta’arif, misalnya,
telah diterjemahkan dan dikomentari oleh H Suter ke dalam buku
berjudul “Das Buch der Sletenheiten der Rechenkunst von Abu Kamil
Al-Misri”. Buku tersebut menawarkan penyelesaian-penyelesaian integral
terhadap persamaan-persamaan tak tentu.
At-Ta’arif juga mempunyai versi bahasa Yahudi yang alihbahasakan oleh
Mordekhai Finzi dari Montua pada 1460 M. Fizi juga menerjemahkan beberapa
risalah Ibnu Shuja tentang aljabar.
Kitab at-Ta'arif Al-Hisab karya Ibnu Shuja masih tersimpan di
Leiden, Belanda, meski tak lagi lengkap. Banyak terjemahan lengkap dalam
bahasa Latin tentang risalah ini di Paris. Selain itu, ada pula karya Ibnu
Shuja yang diterjemahkan oleh G Sachendote, meski bukan berasal dari buku aslinya
yang berbahasa Arab, melainkan lewat bahasa Spanyol.
Kitab al-Jabr (Book on Algebra) yang ditulis sang matematikus tersedia
dalam berbagai manuskrip seperti di Istanbul dan Berlin, dan juga dalam aneka
bahasa dan terjemahan lain seperti bahasa Ibrani, Jerman, dan Inggris.
Dalam risalahnya tentang al-Jabar, Ibnu Shuja menekuni suatu bab mengenai
al-Jabar dengan membentuk analisis dan menyusun beberapa metode yang
menakjubkan. Ia juga menjabarkan mengenai analisis inderteminasi yang disebut
dalam bagian akhir buku al-Khawarizmi.
Ibnu Shuja mencetuskannya, sebelum Diophantus menerjemahkan Arithmetica
ke dalam bahasa Arab. Segera setelah Arithmetica diintroduksikan, dilakukanlah
penafsiran besar-besaran terhadap karya Diophantes tersebut. Buah pikir Ibnu
Shuja tentang Aljabar lebih dikenal dalam bahasa Latin dan Yahudi.
Dalam banyak hal, Ibnu Shuja masih berkiblat pada pemikiran
al-Khawarizmi. Namun dalam banyak pula, dia justru mampu mengungguli
pendahulunya itu. Bahkan ia berani mengadakan penambahan dan pengurangan dari
akar-akar kuadrat yang hanya melibatkan bilangan-bilangan irasional, yang tak
dilakukan oleh matematikus-matematikus sebelumnya. Ibnu Shuja juga menulis
tentang turunan dari rata-rata akar, turunan dari rata-rata aljabar, risalah pengukuran
lahan/tanah, pengukuran dan geometri, penyatuan dan pemisahan.
Pengaruh Ibnu Shuja terhadap Barat
Karya-karya yang dicapai Ibnu Shuja pada abad ke-10 M merupakan suatu kemajuan
yang amat penting. Sacherdote menunjukan bahwa Leonard da Pisa atau Fibonanci
sangat hafal betul risalah geomteri karya Ibnu Shuja, dan menyebarkan
penggunaannya lewat karyanya “Practica geometriae” atau “Practice of
Geometry”.
1)Pernyataan
atau kalimatPernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi
tidak sekaligus benar dan salah.
Ada dua jenis pernyataan matematika, yaitu :Kalimat tertutup, merupakan pernyataan yang nilai kebenarannya sudah
pasti.
Contoh :
Kalimat terbuka, merupakan
pernyataan yang kebenarannya belum pasti.
Contoh :
2)Ingkaran Pernyataan atau negasiIngkaran atau negasi suatu pernyataan adalah pernyataan yang menyangkal
pernyataan yang diberikan. Ingkaran suatu pernyataan dapat dibentuk dengan
menambah “Tidak benar bahwa ...” di depan pernyataan yang diingkar. Ingkaran
pernyataan adalah ~ p.
Contoh :
Tabel kebenaran dari ingkaran
3)Pernyataan Majemuka. Konjungsi
Pernyataan p dengan q dapat digabung dengan kata hubung logika “dan” sehingga
membentuk pernyataan majemuk “p dan q” yang disebut konjungsi.
b. Disjungsi
Pernyataan p dengan q dapat digabung dengan kata hubung logika “atau” sehingga
membentuk pernyataan majemuk “p atau q” yang disebut disjungsi.
c. Implikasi
Implikasi “jika p maka q”
d. Biimplikasi
Biimplikasi “p jika dan hanya jika q”
4)Ekuivalensi Pernyataan – Pernyataan Majemuk
5)Konvers, Invers, dan Kontraposisi
Dari sebuah implikasi dapat diturunkan pernyataan yang disebut konvers, invers
dan kontraposisi dari implikasi tersebut.
Gradien
suatu garis lurus adalah : Perbandingan
antara komponen y (ordinat) dan komponen
x (absis) antara dua titik pada garis itu.
Gradien suatu garis biasanya dinotasikan dengan huruf kecil m.
1.1.
Macam-macam gradien
a.
Gradien bernilai positif
Garis
l condong ke kanan , maka mlbernilai positif
b.
Gradien bernilai negatif
Garis
k condong ke kiri , maka mkbernilai
negatif
Gradien
dari sebuah persamaan garis
Jika
sebuah garis mempunyai persamaan ax + by = c, maka gradien
persamaan garis itu ialah :
c.
Gradien garis melalui pangkal koordinat
Garis
l melalui pangkal koordinat (0,0) maka
d.
Gradien dua garis yang sejajar
Dua
garis yang sejajar mempunyai gradien yang sama, garis l dan garis k sejajar,
maka ml = mk
e.
Gradien dua garis yang saling tegak lurus
Dua
garis yang saling tegak lurus perkalian gradiennya adalah -1.Garis
l dan garis k saling tegak lurus, maka ml x mk = -1.
1.2.
Contoh-Contoh Soal
Contoh
1 :
Tentukanlah
gradien garis :
melalui
titik P(2,-5) dan titik Q(-9,3)
melalui
pangkal koordinat dan titik A(-2,-8)
Penyelesaian
:
a.
Melalui titik P(2,-5) dan titik Q(-9,3)
P(2,-5)
berarti x1 = 2 , y1 = -5
Q(-9,3)
berarti x2 = -9 , y2 = 3
Jadi
gradient melalui titik P(2,-5) dan titik Q(-9,3) adalah
b.
Melalui pangkal koordinat dan titik A(-2,-8)
A(-2,-8)
berarti x = -2 , y1 = -8
Jadi
gradient melalui pangkal koordinat dan titik A(-2,-8) adalah 4